SEJARAH COFFE FLORES – BAJAWA

 

12.Nopember 2019

Oleh : Dar

 

BANDUNG-JARRAKCOFFE.COM-FLORES tidak hanya memiliki keindahan alam yang begitu memesona, kepulauan yang berada di sisi timur Indonesia ini ternyata memiliki varietas kopi arabika yang sudah dikenal di berbagai negara di dunia, yakni Kopi Flores Bajawa. Nama Bajawa sendiri memiliki arti yang sangat unik.

Bajawa berasal dari kata Bhajawa yang terdiri dari dua kata “Bha” serta “Jawa”. Bha memiliki arti “piring” dan Jawa sendiri bermakna “perdamaian”. Jika digabungkan, Bhajawa mempunyai makna sebagai piring perdamaian atau daerah yang mengawali perdamaian untuk mempersatukan keseluruhan kawasan Flores jadi utuh.

Sesuai dengan namanya, kopi ini berasal dari daerah Ngada, Kabupaten Bhajawa, Flores. Proses penanamannya pun menggunakan sistem organik tanpa tambahan bahan kimia. Maka tak heran jika karakter rasa kopi ini cukup kuat dengan aroma harum yang khas.
Masyarakat Ngada mulai membudidayakan kopi arabika sejak 1977. Pada saat itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membeli 4 kg bibit kopi propelegitim dan 4 kg bibit kopi arabika dari Jember.

Untuk bibit propelegitim ditanam persis di halaman kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Ngada. Sementara bibit kopi arabika dikembangkan di perkebunan misi Katolik Malanuza, Boawae, sekitar 30 km arah timur Ngada.
Pada masa pemerintahan Bupati Matheus John Bey (1978-1988), kopi arabika juga dikembangkan di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Di kedua tempat inilah Kopi Bajawa dapat dibudidayakan secara maksimal karena lahan perkebunan kopi terletak di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Menurut beberapa ahli, semakin tinggi daerah perkebunannya, semakin baik pula kualitas kopi yang dihasilkan.

Pada musim panen, kopi dipetik secara selektif dan hanya kopi yang sudah matang atau sudah berwarna merah saja yang dipanen. Jadi jangan heran jika kualitas kopi bajawa memiliki mutu tinggi dan masuk dalam kategori specialty coffee.

Hingga saat ini, dataran tinggi Ngada menjadi penghasil utama kopi di NTT dengan luas lahan sekitar 6.147 hektar yang terbagi menjadi 5.351 hektar jenis arabika dan 796 hektar jenis robusta.

Www.jarrakcoffe.com/AR-15

Editor : Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *