More News

KOPI BER – SNI BERSAING DI KANCAH INTERNASIONAL

JarrakCoffe.Com – Jakarta – Minggu (8/3/2020), Kopi adalah jenis minuman yang disantap saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat khusus masyarakat Indonesia. Tambahan berdasarkan Organisasi Kopi Internasional, Indonesia menempatkan peringkat teratas di dunia dari segi hasil produksi sebesar 12 juta karung kopi, setelah Brazil, Vietnam dan koleksi.

Kepala BSN, Bambang Prasetya saat Festival Kopi Ber- SNI di Thamrin 10, Jakarta pada hari Minggu (8/3/2020) mengatakan, untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menyetujui 6 Standar Nasional Indonesia (SNI) menggunakan kopi bubuk SNI 01-3542-2004 Kopi bubuk; SNI 2907: 2008 Biji Kopi; SNI 7708: 2011 Kopi gula krimer dalam kemasan; SNI 2983: 2014 Kopi Instan; SNI 4314: 2018 Minuman kopi dalam kemasan; serta SNI 8773: 2019 Kopi Premiks.

Dari keenam SNI berikut ini dikeluarkan sebagai SNI wajib SNI 2983: 2014 Kopi Instan. “Saat ini jumlah industri penerap SNI Kopi Instan penguatan 41 industri. Sementara jumlah penerap SNI kopi bubuk kemenangan 4 industri, juga biji kopi 1 industri, ”ujar Bambang.

Dari jumlah tersebut, Bambang sangat mendorong industri lain yang belum menerapkan, untuk dapat menerapkan SNI. “Dengan menerapkan SNI yang dapat menjamin kualitas dan mutu kopi Indonesia yang pada akhirnya dapat bersaing di kancah internasional,” jelas Bambang.

Guna menggencarkan promosi kopi ber-SNI tersebut, Bambang mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Ber-SNI yang diadakan BSN ini sebagai salah satu kegiatan edukasi masyarakat terkait persyaratan mutu dalam SNI terkait kopi.

Syarat mutu kopi instan menurut Bambang dalam SNI, bau normal; warna normal; kafein minimal 2,5% (kadar kafein kopi instan) dan maksimal 0,3% (kadar kafein kopi instan dekafein); total glukosa maksimal 2,46%, cemaran logam seperti timbal maksimal 2,0 mg / kg; serta merkuri maksimal 0,03 mg / kg.

Sementara itu, kopi instan yang disetujui dalam SNI 2983: 2014 adalah produk kopi berbentuk serbuk atau granula atau serpih yang diperoleh dari proses pembuatan biji kopi tanpa campuran dengan bahan lain, disangrai, digiling, digiling, diekstrak dengan udara, dikeringkan dengan proses pengeringan semprot (dengan atau tanpa aglomerasi) atau pengeringan beku atau fluidize bed drying menjadi produk yang mudah larut dalam udara.

Terkait kebersihan, dalam SNI tersebut, Bambang menentukan cara memproduksi produk higienis termasuk cara penyiapan dan pengelolaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.

Selain itu, cara uji kopi instan dilakukan dengan prinsip pemeriksaan contoh melalui indera penciuman yang dilakukan oleh panelis yang disetujui / kompeten untuk pengujian organoleptik.

Pengertian dari organoleptik yaitu cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk mengukur daya penerimaan terhadap produk.

“Cara menyatakan hasil, dalam SNI dinyatakan jika tidak tercium bau asing, maka hasil dinyatakan normal, maka hasil dinyatakan tidak normal,” jelas Bambang.

Festival Kopi Ber-SNI yang merupakan kerja sama antara BSN dengan Kementerian Pertanian serta Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) ini diselenggarakan sebagai hasil dari perjanjian Hari Kopi Nasional yang dirilis setiap tanggal 11 Maret.

Acara dimeriahkan dengan kegiatan Sruput Kopi SNI, terdiri dari minum bareng 2000 gelas kopi SNI, demo barista dan panggung hiburan.

Acara Festival Kopi Ber-SNI ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, petani kopi, serta pegiat industri kopi karena mereka dapat memperoleh informasi lengkap mengenai SNI kopi serta penerapannya.

Sebagai rangkaian dari Hari Kopi Nasional, Festival Kopi Ber-SNI juga akan diselenggarakan pada 11 Maret 2020, di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, yang akan dimeriahkan dengan kegiatan talkshow, pameran produk kopi ber-SNI, pencocokan bisnis kopi, pameran perlengkapan pengolahan kopi, berbagi pengetahuan tentang industri per-kopi-nasional, serta laporan langsung ngopi bareng di beberapa daerah di Indonesia yang juga melibatkan Kantor Layanan Teknis BSN di Riau, Palembang, Bandung, Surabaya dan Makassar.

Sampai dengan saat ini, BSN telah membina 707 UMKM. Dari 707 UMKM tersebut, UMKM Kopi yang dibina oleh BSN mencapai 20 UMKM yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti Aceh, Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, dan 4 UMKM yang telah mendapatkan sertifikasi SNI Kopi Bubuk.

Empat UMKM tersebut adalah Kopi tunggu tubang Palembang, PD. Kapuas Pratama, CV. Bintang Harapan, dan PD. Sahang Mas (Kopi Benua).

Sebagai informasi, berdasarkan data dari BPS, nilai ekspor kopi Indonesia pada tahun 2018 sebesar US $ 806.878.600 dan menurut data yang dirilis Organisasi Kopi Internasional, Indonesia merupakan negara yang menerima pengkespor terbesar di dunia.

Maju kopi Indonesia dengan SNI, jadikan kopi Indonesia Mendunia dan bersaing di Kancah Internasional.

 

 

Penulis: Erwin

Editor: Lle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *